Pada mulanya, transmisi mobil yang muncul pertama kali adalah versi manual. Kemudian berkembang menjadi otomatis seperti di mobil matic. Lalu berkembang lagi menggunakan teknologi triptronic. Di versi termutakhir, transmisi yang lebih canggih bernama paddle shift dan sering ditemukan pada mobil balap. Selengkapnya bisa Anda simak lewat uraian berikut.

Apa Bedanya Transmisi Manual hingga Paddle Shift?

Sebelum kita membahas tentang transmisi berteknologi paddle shift, maka perlu telisik lebih dulu apa yang berbeda dari pendahulunya. Pada mobil bertransmisi manual, dulunya yang muncul baru satu gigi atau percepatan. Kemudian bertambah menjadi 2, 3, 4, sampai dengan 6. Tapi, mobil dengan transmisi manual dianggap merepotkan karena kurang sederhana.

Maka dibuatlah mobil bertransmisi otomatis atau yang sering dipasang pada mobil matic. Transmisi otomatis membolehkan Anda meningkatkan tangga percepatan tanpa harus mencapai kecepatan tertentu. Ciri khas transmisi otomatis adalah terdapat tuas persneling P (parkir), R (bergerak mundur), N (netral), dan D (menyalip).

Akan tetapi, masalah baru pun muncul. Ketika pengendara menggunakan mobil bertransmisi otomatis, tangan masih bergerak bergantian dari setir ke tuas persneling. Aktivitas tersebut menimbulkan distraksi yang membuat fokus jadi terganggu. Padahal, di jalanan yang serba cepat dan padat, konsentrasi harus selalu fokus. Apalagi kalau berada di arena balap mobil.

Untuk mengatasi masalah tersebut, diciptakanlah transmisi menggunakan teknologi paddle shift. Sedangkan teknologi triptronic difungsikan agar pengendara bisa merasakan sensasinya dualitas antara transmisi otomatis dan manual. Pada transmisi berteknologi paddle shift, kedua tangan cukup fokus pada setir saja. Sebab tombol percepatan ada di satu tempat.

Apa Keistimewaan Paddle Shift?

Paddle shift sendiri merupakan sistem perpindahan gigi yang bisa Anda lakukan hanya dengan sentuhan jari tangan. Posisi tangan Anda tidak sampai meninggalkan kemudi dan Anda bisa fokus pada jalanan. Lokasi tombol paddle shift ada pada belakang kemudi. Tepatnya di bagian kiri-kanannya.

Adanya paddle shift pada mobil balap seperti Toyota 86 tentu sangat memudahkan para penggunanya. Soalnya jika Anda hendak merasakan sensasinya berpindah gigi ala transmisi manual, tinggal operasikan. Begitu pula saat Anda ingin merasakan sensasi menggunakan transmisi otomatis. Serbaguna.

Adanya paddle shift sangat menguntungkan pengendara. Sebab, ketika berada pada kecepatan tinggi, tingkat akselerasi maupun torsinya jadi lebih luwes. Kesan yang didapatkan sangat nyaman atau ergonomis layaknya mengendarai mobil F1. Tapi, ketika ingin mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, lakukan di arena balap saja, ya.

Ada Berapa Model Paddle Shift pada Mobil?

Sederhananya ada dua macam. Pertama, paddle shift yang berfungsi untuk mengikuti gerak kemudi. Sedangkan fungsi kedua agar tidak mengikuti gerak kemudi. Paddle shift juga punya sisi lain, yakni bisa difungsikan untuk engine brake. Teknik ini digunakan untuk mengurangi kecepatan dengan cara menurunkan putaran mesinnya. Bagaimana caranya?

  • Ketika berada pada kecepatan tinggi, turunkan paddle shift-nya
  • Lakukan secara bertahap
  • Terapkan teknik ini tiap kali ingin menurunkan kecepatan secara alami

Berapa Harga Mobil dengan Transmisi Berteknologi Paddle Shift?

Cukup mahal, ya. Bisa lebih dari 1 miliar Rupiah. Tapi, ada yang lebih murah dari itu, yakni mobil sport buatan Toyota bernama Toyota 86. Mobil tersebut merupakan satu-satunya mobil berkecepatan tinggi yang diproduksi oleh Toyota. Soalnya kita tahu sendiri, bahwa Toyota tiap tahunnya lebih fokus pada pengembangan mobil untuk kelas MPV dan SUV.

Harga untuk mobil Toyota 86 sendiri berkisar 700 juta Rupiah. Kalaupun lebih, tidak sampai 50 juta Rupiah. Sensasi mobil balap pada Toyota 86 sama dengan saat Anda mengemudikan mobil sport lain. Untuk mengendarainya, Anda tidak perlu jadi ahli lebih dulu.