Desain brosur untuk keperluan event itu harus seimbang antara berpengaruh dan informatif. Proses bikin brosur itu sangat menyenangkan. Sebab, kita bisa membuat sekreatif mungkin. Biasanya, event yang butuh brosur meliputi konser, ceramah, festival sastra, pembukaan restoran, konferensi, workshop, dan sebagainya. Terapkan 9 cara ini agar lebih efektif.

  1. Kover Bagian Depan

Peran kover depan sangat krusial karena bisa mendesak pembaca untuk mengambil hanya dalam sekali pandang. Gunakan warna yang kuat dan gambar yang mencolok pada kover depan. Hindari penggunaan teks yang terlalu banyak. Jika memang perlu, gunakan sedikit teks saja untuk melibatkan dan merangsang keinginan pembaca.

  1. Desain Konten

Tidak semua brosur memerlukan halaman konten. Tapi, jika brosur yang Anda buat cukup panjang dan lebih dari 3 bagian, pertimbangkan soal konten. Tampilan konten bukan hanya berbentuk daftar atau poin-poin penting, tetapi juga pentingnya pengaturan tata-letak yang bisa menyenangkan mata pembaca. Istilahnya, konten yang eye-catching.

  1. Gunakan Teks yang Di-blok

Sebagian besar brosur menggunakan tulisan atau teks yang di-blok. Bisa jadi bertujuan untuk menjelaskan latar belakang dari event. Baik dari segi sejarah maupun filosofinya. Pertimbangkan apakah pembaca akan membaca seluruh teks atau ingin dibawa pulang. Beda target penggunaan, maka beda pula rancangan desainnya.

  1. Petakan

Ketika seluruh isi event sudah dirancang, maka tugas Anda tinggal memasukkan beberapa bagian visual untuk mempermudah navigasi pengunjung nantinya. Gunakan ikon yang mudah dikenali dan cantumkan dalam brosur. Ikon tersebut wajib mewakili event apa saja yang digelar dalam suatu area. Tidak hanya satu event, bukan?

  1. Arah dan Lokasi

Tak masalah apakah sasaran audien berasal dari lokal atau bukan, cantumkan arah menuju pos taksi, kereta, terminal, stasiun, dan sebagainya. Siapa tahu audien juga mempertimbangkan akses transportasi ketika ingin menghadiri event yang Anda promosikan. Desain brosur yang baik harus bisa mewakili setiap kebutuhan target audien.

  1. Buat Daftar yang Dianggap Penting

Isi daftar bisa berupa nama pelaksana event, artis, maupun sponsor. Tak perlu banyak-banyak. Cukup cantumkan yang dianggap bisa meyakinkan pembaca brosur. Soalnya kalau hanya terpaku pada kuantitas informasi, nanti jatuhnya bukan brosur lagi. Akan tetapi hanya selebaran tanpa makna yang cenderung langsung diacuhkan pembaca.

  1. Jadwal Event dan Informasi Memoar

Jadwal event tidak boleh dilewatkan dalam pembuatan brosur. Cantumkan dengan penempatan yang mudah terbaca. Kemudian cantumkan pula informasi memoar. Biasanya yang butuh itu pembicara, artis, dan pelaksana event. Masukkan pula foto atau ilustrasi untuk menjamin bahwa  brosur buatan Anda sudah sesuai dengan filosofi event yang akan digelar.

  1. Detail Kontak

Penempatan detail kontak biasanya berada di brosur bagian belakang. Jangan lupa bubuhkan barcode. Jadi, pembaca bisa mengakses sekumpulan informasi lewat barcode tersebut. Alhasil, brosur hasil desain Anda jadi terlihat lebih menjanjikan. Jika Anda sudah merencanakan desain sebelumnya, bisa tambahkan penawaran apa yang ada dalam event.

  1. Spesifikasi Cetakan

Cek kembali hasil desain Anda sebelum dibawa ke percetakan. Pastikan marginnya sudah sesuai. Semua harus dalam keadaan bagus. Kalau toh Anda menjual jasa desain via internet, pastikan hasil output desain sudah berformat AI, PSD, CDR, PNG, JPG, dan EPS. Biar hasil cetakan brosur tidak pecah-pecah.

Untuk membuat desain brosur berkualitas, Anda wajib menggunakan senjata andalan para desainer profesional. Mulai dari Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, atau bisa juga menggunakan Corel Draw. Cek tutorial terbaru perihal tips-tips membuat brosur yang unik dan menarik dari desainer profesional via media sosial seperti Youtube dan medium lain.